- Masuk
0
- ☰
Berkendara di Bali memberikan Anda pengalaman berkendara yang unik, tetapi Anda perlu mengetahui peraturan jalan setempat agar merasa percaya diri di jalanan. Jika Anda terkena tilang, jangan panik. Hal ini sering terjadi pada banyak orang yang berkendara di Bali, terutama jika mereka tidak terbiasa dengan peraturan lalu lintas di Indonesia.
Pertama, pahami bahwa tilang adalah bagian dari menjaga keamanan jalan raya untuk semua orang. Tilang mengingatkan pengemudi untuk mematuhi peraturan dan melindungi orang lain. Dengan mempelajari cara menangani tilang dengan cara yang benar, Anda akan terhindar dari masalah yang lebih besar dan dapat melanjutkan pengalaman berkendara dengan lancar.
Mari kita bahas setiap langkahnya agar Anda tahu persis apa yang harus dilakukan dan dapat tetap menikmati waktu Anda di Bali tanpa stres.
Bali mengikuti peraturan lalu lintas di Indonesia, yang mungkin berbeda dengan yang Anda ketahui di negara Anda. Di sini, orang mengemudi di sisi kiri jalan, dan Anda harus mengganti gigi dengan tangan kiri. Bawalah selalu SIM Anda, dan jika Anda adalah orang asing, surat izin mengemudi internasional.
SIM internasional (atau SIM internasional) diperlukan untuk pengemudi asing; SIM negara asal Anda saja tidak cukup. Anda harus mendapatkan SIM internasional dari negara Anda sendiri, biasanya melalui asosiasi mobil setempat, dan SIM nasional dari negara asal Anda juga diperlukan.
Persyaratan mengemudi mungkin berbeda di setiap negara, tetapi pengemudi internasional harus selalu memiliki dokumentasi yang benar. Mengenakan helm adalah wajib untuk skuter, dan sabuk pengaman wajib dikenakan untuk semua penumpang mobil.
Penting untuk selalu berhenti di lampu merah dan jangan pernah menerobos lampu merah, karena pelanggaran lampu lalu lintas, seperti mengabaikan lampu merah, adalah hal yang umum di Bali dan dapat mengakibatkan denda. Polisi menganggap pelanggaran lampu lalu lintas ini dengan serius. Jangan pernah menggunakan ponsel Anda saat mengemudi kecuali Anda menggunakan hands-free. Pemeriksaan oleh polisi merupakan hal yang biasa, dan menggunakan ponsel tanpa handsfree dapat mengakibatkan denda.
Selalu bawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan dokumen lainnya. Jika polisi menghentikan Anda, mereka akan memeriksa dokumen-dokumen tersebut. Jika Anda mengendarai kendaraan sewaan, pastikan untuk memeriksa perlindungan asuransi yang disertakan dalam perjanjian sewa Anda, termasuk apa saja yang ditanggung jika terjadi kerusakan atau pencurian. Batas kecepatan bervariasi: di kota-kota, biasanya 40-50 km/jamsedangkan di luar kota bisa mencapai 80 km/jam.

Sepeda motor dan sepeda motor adalah kendaraan yang paling umum di jalanan Bali, jadi Anda akan berbagi ruang dengan banyak dari mereka. Berhati-hatilah saat menyalip atau disalip oleh sepeda motor dan sepeda motor lain, karena menyalip sering terjadi dan bisa berisiko.
Di Bali, membawa lebih dari satu penumpang di atas skuter adalah melanggar hukum. Aturannya sederhana: skuter dibuat untuk satu pengendara dan satu penumpang. Anda mungkin melihat penduduk setempat bersepeda dengan dua atau bahkan tiga anak yang berdesakan di depan, tetapi itu tidak membuatnya legal atau aman. Untuk memastikan Anda terlindungi jika terjadi cedera atau kecelakaan, selalu miliki asuransi perjalanan dan kesehatan yang komprehensif sebelum menjelajahi Bali.
Selalu kenakan helm saat Anda mengendarai skuter di Bali. Ini bukan hanya tentang menghindari denda, tetapi juga tentang melindungi nyawa Anda. Hukum mewajibkan pengendara dan penumpang untuk memakai helm. Bahkan jika Anda hanya pergi ke jalan untuk membeli kopi, pakailah. Polisi sering melakukan pemeriksaan helm, dan denda adalah hal yang biasa. Ditambah lagi, rumah sakit di sini melihat terlalu banyak cedera kepala akibat jatuh yang sebenarnya dapat dicegah dengan menggunakan helm.
Skuter Anda harus dalam kondisi yang baik untuk dapat beroperasi di jalanan Bali. Ini berarti rem yang berfungsi dengan baik, lampu yang berfungsi dengan baik, kaca spion yang jelas, dan plat nomor yang masih berlaku. Perusahaan penyewaan seharusnya menangani perawatan, tetapi selalu periksa sebelum Anda berkendara. Selain itu, hindari menggunakan bahan bakar berkualitas rendah, karena dapat merusak mesin dan mempengaruhi performa skuter Anda. Keselamatan bukan hanya sebuah peraturan, tetapi juga merupakan hal yang wajar di jalanan Bali yang sibuk.
Di Indonesia, pengendara skuter harus menyalakan lampu depan setiap saat, baik siang maupun malam. Mengapa? Karena itu membuat Anda lebih mudah terlihat, terutama di jalan-jalan sempit di Bali atau saat menerobos kemacetan.
Skuter di Bali harus menggunakan pipa knalpot standar dan legal. Knalpot yang dimodifikasi atau keras dilarang karena mengganggu ketenangan dan seringkali tidak memenuhi standar emisi. Anda akan mendengar banyak sepeda motor lokal yang meraung-raung dengan pipa knalpot kustom, tetapi secara teknis, itu ilegal. Jika sepeda motor sewaan Anda memiliki knalpot yang bising, mintalah knalpot standar.

Mengendarai mobil di Bali memiliki peraturannya sendiri, dan penting untuk mengetahui semuanya. Mobil adalah pilihan populer untuk berkendara sendiri dan sewa mobil di Bali, menawarkan fleksibilitas bagi wisatawan independen, tetapi memahami aturan khusus untuk mobil sangat penting. Menavigasi jalan-jalan utama di Bali bisa menjadi tantangan karena kebiasaan mengemudi lokal yang tidak formal dan rambu-rambu jalan yang terkadang tidak jelas atau tidak ada, jadi menggunakan Google Maps dan memperhatikan rambu-rambu akan sangat membantu wisatawan yang berkendara sendiri.
Pertama, mengemudi di sisi kiri dan selalu kenakan sabuk pengaman Anda. Semua orang di dalam mobil harus mengenakan sabuk pengaman, bukan hanya pengemudi, karena polisi sering memeriksa hal ini.
Anda harus memiliki akun Surat Izin Mengemudi dari negara asal Anda (lisensi nasional) sebagai tambahan dari izin mengemudi internasional jika Anda adalah orang asing. Surat izin mengemudi internasional saja tidak cukup; Anda harus menunjukkan SIM dan IDP Anda yang masih berlaku untuk dapat mengemudi secara legal di Bali. Pastikan mobil Anda memiliki sabuk pengaman yang berfungsi, lampu, spion, indikator, dan klakson. Polisi sering melakukan pemeriksaan, terutama di daerah yang padat turis, dan dapat mengenakan denda untuk fitur keselamatan yang hilang.
Jangan parkir di sembarang tempat. Hanya parkir di area yang ditandai atau Anda akan didenda, dijepit, atau diderek. Menggunakan telepon saat mengemudi adalah tindakan ilegal kecuali jika Anda menggunakan handsfree.
Jaga kecepatan Anda dalam batas: biasanya 40-50 km/jam di dalam kota dan hingga 80 km/jam di luar kota. Jika Anda melihat penyeberangan pejalan kaki, memperlambat dan membiarkan orang lewat dengan aman.
Berhati-hatilah di persimpangan, terutama di daerah yang sibuk seperti Kuta atau Denpasar, karena banyak pengemudi yang tidak memberi isyarat dengan benar. Selalu amati pengemudi lain, terutama pengemudi lokal dan pengemudi Bali, karena perilaku mereka mungkin berbeda dari kebanyakan pengemudi di negara lain.
Berkendaralah dengan defensif dan waspada terhadap pemberhentian mendadak. Lalu lintas yang kacau di Bali berarti Anda harus mengetahui aturan tak tertulis dan tak terucap yang memandu kehidupan sehari-hari di jalan. Jangan pernah minum dan mengemudi. Jalan-jalan di Bali sempit, sibuk, dan penuh kejutan. Tetaplah waspada dan berkendara dengan aman setiap saat.
Bali memberlakukan peraturan lalu lintas yang ketat di bawah hukum Indonesia, seperti yang diuraikan dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di bawah ini adalah ikhtisar pasal-pasal utama yang menguraikan pelanggaran umum, hukuman, dan kemungkinan hukuman untuk setiap pelanggaran untuk memastikan pengemudi memahami konsekuensi hukum sebelum berkendara di jalan.

Kami tahu, dihentikan oleh polisi bisa terasa menakutkan jika Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan. Berikut ini adalah panduan sederhana untuk membantu Anda menanganinya dengan tenang dan benar.
Jika ada polisi yang menghentikan Anda di Bali, jangan panik. Tarik napas dalam-dalam dan tetap tenang. Selalu sapa mereka dengan sopan sambil tersenyum dan ucapkan "Selamat pagi" atau "Selamat siang".
Mereka biasanya akan meminta SIM, surat izin mengemudi internasional, dan STNK Anda. Simpanlah dokumen-dokumen ini di tempat yang mudah dijangkau agar Anda tidak bingung mencarinya.
Dengarkan apa yang dikatakan petugas. Jika Anda tidak mengerti Bahasa Indonesia, tanyakan dengan sopan apakah mereka dapat berbicara dalam Bahasa Inggris. Jangan pernah meninggikan suara atau berdebat. Bersikap tenang menunjukkan rasa hormat dan membuat situasi tetap tenang.
Jika mereka mengatakan bahwa Anda melanggar peraturan, Anda mungkin akan dikenakan denda. Selalu minta surat tilang atau tanda terima resmi. Di Indonesia, surat tilang resmi (disebut Surat Tilang) adalah slip tercetak yang menunjukkan nama, pelanggaran, jumlah denda, dan tempat pembayaran. Surat tilang tidak resmi bisa jadi hanya berupa catatan yang ditulis tangan atau tanpa kertas sama sekali, dan petugas akan meminta uang tunai secara langsung.
Jika Anda mendapatkan surat tilang resmi, biasanya Anda harus membayar denda di kantor polisi atau bank terdekat, bukan langsung ke petugas. Tanyakan kepada mereka di mana dan bagaimana cara membayarnya dengan benar.
Beberapa turis mencoba memberikan uang kecil untuk menghindari masalah, tetapi ini ilegal. Anda bisa menghadapi masalah hukum yang lebih besar. Berdasarkan undang-undang anti-korupsi Indonesia (Pasal 5 UU No. 31/1999), memberikan suap kepada pejabat publik dapat mengakibatkan hukuman penjara hingga 5 tahun atau denda hingga Rp 250 juta. Selalu tanyakan cara hukum untuk menyelesaikan denda Anda.
Setelah semuanya beres, ucapkan terima kasih kepada petugas dengan sopan. Hal ini akan membantu mengakhiri pemberhentian dengan cara yang baik.
Jadi, kamu kena tilang? Jangan khawatir. Ikuti langkah-langkah sederhana ini untuk memahami apa yang harus dilakukan dan menghindari masalah atau denda.
Saat polisi memberikan surat tilang, bacalah dengan cermat. Pastikan nama, nomor kendaraan, jenis pelanggaran, pasal hukum yang Anda langgar, dan tanggal pengadilan (jika ada) sudah benar.
Tiket Biru
Tiket Merah
Contoh: Membayar melalui ATM BRI
Setelah membayar denda (baik melalui bank atau setelah pengadilan), pergilah ke kantor polisi yang tertera di surat tilang Anda. Tunjukkan surat tilang Anda. bukti pembayaran untuk mendapatkan dokumen Anda kembali.
Ya. Pengunjung asing membutuhkan Surat Izin Mengemudi Internasional (IDP) bersama dengan lisensi negara asal mereka untuk mengemudi secara legal di Bali.
Tetaplah tenang, menepi dengan aman, dan tunjukkan SIM, STNK, dan fotokopi paspor Anda jika diminta. Polisi akan menjelaskan pelanggaran Anda dan mengeluarkan surat tilang jika diperlukan.
Jika ketahuan mengemudi tanpa SIM yang sah, Anda dapat didenda hingga Rp 1.000.000 (sekitar $65 USD) atau menghadapi hukuman hingga 4 bulan penjara berdasarkan Pasal 281.
Ya. Untuk tiket biruAnda dapat membayar melalui ATM Bank BRI, teller, atau internet banking dengan menggunakan nomor BRIVA yang tertera pada tiket Anda.
A tiket biru berarti Anda mengakui pelanggaran Anda dan membayar denda tanpa pengadilan. A tiket merah berarti Anda ingin menggugatnya di pengadilan.
Tetaplah bersabar, tetaplah berada di jalur Anda, hindari membunyikan klakson yang tidak perlu, dan ikuti instruksi polisi. Jalanan di Bali sering mengalami kemacetan, terutama di dekat tempat-tempat wisata.
Dinilai 4.9/512,000 wisatawan terverifikasitersertifikasi oleh Judge.me